Loading .. Please wait

HASIL MONITORING KNKT: ARUS BALIK LEBARAN 2026 BERJALAN LANCAR TANPA KEJADIAN MENONJOL

Image

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaksanakan kegiatan monitoring arus balik Angkutan Lebaran tahun 2026 pada tanggal 27 hingga 29 Maret 2026 dengan tujuan memperoleh gambaran langsung kondisi operasional lalu lintas, efektivitas rekayasa lalu lintas, serta aspek keselamatan transportasi di sejumlah ruas jalan utama di Pulau Jawa. Kegiatan ini dilakukan oleh tim investigator moda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT melalui pemantauan di jalur tol, jalur pantai utara, serta jalur tengah yang menjadi alternatif pergerakan masyarakat selama periode arus balik.

Monitoring dilakukan pada berbagai ruas strategis, termasuk jalan tol Jakarta – Cikampek dengan penerapan contraflow, jalur Pantura dari Cikampek hingga Semarang, jalan tol fungsional Probolinggo – Situbondo (Prosiwangi), serta jaringan tol yang menghubungkan Jawa Timur hingga Jawa Tengah dan Jawa Barat. Selain itu, tim juga melakukan pemantauan pada jalur tengah melalui rute Ajibarang hingga Bawen serta sejumlah titik penting seperti Gerbang Tol Kalikangkung, Terminal Tipe A Mangkang, dan beberapa rest area utama di sepanjang jalur tol Trans Jawa. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, secara umum arus lalu lintas selama periode monitoring terpantau padat pada beberapa titik, namun tetap dapat bergerak dengan baik di sebagian besar ruas yang diamati.

Pada hari pertama monitoring, kondisi lalu lintas di jalur Pantura dari Cikampek hingga Jatibarang terpantau padat, sementara pada segmen Jatibarang hingga Cirebon terjadi perlambatan yang dipengaruhi oleh penerapan sistem satu arah di jalan tol. Di sisi lain, jalur Pantura di wilayah Jawa Timur, khususnya Banyuwangi hingga Situbondo, terpantau ramai lancar tanpa adanya kendaraan besar yang melintas. Jalan tol Prosiwangi dioperasikan secara fungsional pada jam tertentu dengan pembatasan kecepatan dan pembatasan jenis kendaraan, serta dilengkapi rambu-rambu keselamatan tambahan. Pada jalur tengah, kondisi lalu lintas secara umum ramai lancar, meskipun terdapat kemacetan di wilayah Parakan akibat penyempitan jalan dan pengaturan waktu siklus pada simpang. Kawasan wisata Dieng tetap ramai pengunjung, dengan kebijakan pembatasan bus besar masih berjalan efektif.

Di hari kedua, pemantauan menunjukkan bahwa ruas Tol Sayung – Demak relatif lancar meskipun masih ditemukan kendaraan besar yang melintas. Di jalur Pantura Semarang – Sayung terjadi kemacetan yang dipengaruhi oleh banjir rob serta kurang optimalnya pengaturan lalu lintas pada simpang tertentu. Sementara itu, di Gerbang Tol Kalikangkung, arus kendaraan terpantau tinggi dengan dominasi kendaraan pribadi dan bus. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, masih terdapat sekitar 25% kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jakarta, sehingga diperkirakan puncak arus balik masih akan berlangsung. Evaluasi terhadap fasilitas rest area juga menunjukkan adanya keterbatasan kapasitas pada pintu masuk di beberapa lokasi.

Memasuki hari ketiga, kondisi arus lalu lintas di jalan tol Semarang menuju Jakarta terpantau ramai lancar dengan penerapan sistem satu arah dari KM 267 hingga KM 70. Tidak ditemukan antrean signifikan di rest area, meskipun beberapa lokasi seperti Rest Area KM 62 Cikampek mengalami kondisi penuh. Sebagian besar rest area lainnya masih memiliki kapasitas parkir yang tersedia meskipun dalam kondisi ramai. Di Terminal Tipe A Mangkang, kegiatan monitoring juga mencakup pembagian materi keselamatan kepada kru bus serta koordinasi dengan pengelola terminal terkait operasional angkutan selama arus balik.

Selama keseluruhan kegiatan monitoring berlangsung, tidak ditemukan kejadian menonjol yang memenuhi kriteria investigasi KNKT. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum penyelenggaraan arus balik Angkutan Lebaran tahun 2026 berjalan dengan cukup baik dari sisi keselamatan transportasi.

dari pemantauan tersebut, KNKT memberikan sejumlah perhatian terhadap aspek keselamatan yang masih perlu ditingkatkan, antara lain perlunya penyediaan petugas medis di beberapa titik rest area seperti UPPKB Balonggandu, peningkatan rambu keselamatan khususnya pada kondisi cuaca tertentu di ruas tol fungsional, serta optimalisasi manajemen rekayasa lalu lintas di jalur Pantura. Selain itu, pengelolaan kapasitas rest area juga menjadi perhatian penting, termasuk kebutuhan penyediaan informasi ketersediaan ruang parkir secara real time untuk membantu pengguna jalan dalam merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan efisien.

KNKT menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari ikhtiar dalam meningkatkan keselamatan transportasi jalan, khususnya pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Angkutan Lebaran.


Share:

BERITA TERKAIT

Survey